Sejarah Ikan Koi

Advertisement

Sejarah Ikan Koi

Selasa, 15 September 2020


Koi merah putih (Kohaku)

Ikan koi termasuk ke dalam ikan dengan harga yang paling mahal dan disukai oleh banyak orang saat ini. Koi berasal dari keluarga ‘Carp’ atau ikan mas dalam bahasa Indonesia. Nishikigoi, atau koi dalam Bahasa Jepang berarti “Permata kehidupan” atau “brokat” (guratan). Sampai sekarang Jepang masih menjadi negara nomor satu yang memproduksi ikan koi dengan kualitas terbaik di dunia.

Banyak pendapat yang berbeda tentang asal dari ikan koi. Beberapa orang berpendapat bahwa koi berasal dari Eropa Timur, Asia Timur, dan China. Koi masuk ke Jepang pada awal abad ke-17 oleh petani Cina yang awalnya berencana untuk dibesarkan sebagai bahan makanan. Sekitar tahun 1820-an dan 1830-an, Jepang mulai berkembang biak koi untuk estetika mereka. Para petani membawa koi ke kolam rumah mereka sehingga koi mulai menjadi ikan ornamental.

Hasil perkembangan koi yang pertama dipelopori oleh Bunka dan Bunei Era pada tahun 1804–1829 yang mulai berkembang biak ikan koi dengan tanda warna Merah karakteristik di pipi mereka. Koi dengan warna putih juga diperkenalkan pada waktu itu. Kemudian mulai melakukan beberapa percobaan salib dan akhirnya menghasilkan koi berwarna merah-dan-putih yang disebut kohaku secara khusus koi pertama dan yang terakhir.

Lalu setelah itu pada tahun 1830 sampai 1843 (Era Meija) melakukan percobaan bertemu ikan koi dengan ikan koi dari Jerman yang menghasilkan varietas yang bernama doitsu koi tanpa skala atau koi yang hanya memiliki skala besar di bagian belakang. Sejak saat itu para peternak menyadari bahwa jenis berbeda dari koi dibesarkan bersama-sama akan menghasilkan strain warna yang indah.

Pada era Taisho (1912–1926), melihat pembangunan koi berwarna dengan campuran warna merah dan hitam bernotif putih. Lalu koi mulai dipamerkan di Tokyo pada tahun 1915 dan mulai dari saat itu koi diminta oleh banyak orang dan menyebar di seluruh dunia. Koi di’kan adalah kohaku (warna Putih koi dengan warna merah pola). Kemudian setelah itu datang varietas sanke ( taisho sanshoku) Shara pada tahun 1900-an. Sanke adalah koi dengan warna dasar putih dengan pola kohaku merah dan tanda warna hitam, sedangkan acara itu adalah sebuah koi dengan tanda hitam dan putih.

Kemudian datang koi ogon atau koi berwarna kuning logam (emas) yang dikembangkan pada tahun 1946 sehingga untuk menghasilkan varietas koi lainnya dengan skala logam atau hikari. Dan dari saat itu pengembangan dan percobaan terus dilakukan sampai sekarang sehingga menghasilkan banyak lain varietas yang ada sampai hari ini.

Ikan Koi memiliki pola yang unik dan warna yang sangat banyak, pola pada ikan koi tidak ada persis sama sehingga apa yang menyebabkan ikan koi disukai oleh banyak orang. Dan ikan koi mungkin menjadi seni bagi mereka yang mulai menyukai koi dan membuat aktivitas mempertahankan koi (menjaga) sebagai hobi. (diolah dari berbagai sumber)