Sejarah Ikan Koki

Advertisement

Sejarah Ikan Koki

Selasa, 15 September 2020

Ryukin Goldfish


Ikan koki merupakan ikan hias paling populer di kalangan pemelihara atau pembudidaya di dunia. Karena koki merupakan ikan yang pertama kali di domestifikasi dalam sejarah perkembangan ikan hias. Bentuknya yang bulat, gemuk, dan memiliki jambul yang khas menjadi daya tarik tersendiri.

Koki pertama kali dipelihara oleh masyarakat Tiongkok, China, sekitar seribu tahun yang lalu. Namun, di awal perkembangannya, koki belum memiliki ciri yang ada seperti saat ini. Bentuknya masih berupa ikan mas biasa karena di masa itu ikan mas bukannya digunakan sebagai ikan hias, tetapi digunakan sebagai bahan pangan (makanan).

Pertama kali tercatat terjadi mutasi warna pada koki adalah pada masa Dinasti Jin (265–420). Namun, koki mulai populer dipelihara menjadi ikan hias pada masa Dinasti Tang (618-907) dan dimasa inilah ikan hias mendapatkan nama “emas” karena pada masa Dinasti Tang lah muncul varietas ikan mas berwarna emas.

Peran ikan mas tidak hanya sebagai penghias di rumah saja, tetapi juga berguna sebagai pameran kepada tamu-tamu istimewa yang datang ke rumah. Karena jika ada tamu istimewa yang datang, maka pemilik rumah akan memindahkan ikan mas pilihannya ke kolam yang lebih kecil agar dapat dilihat oleh tamu. Upaya domestifikasi ikan mas pun semakin mantap, sehingga terjadi pelarangan memelihara ikan mas berwarna kuning atau emas yang diberlakukan pada masa Dinasti Song (960–1279), karena warna kuning dianggap sebagai warna kekaisaran Tiongkok.

Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), kemudian mulai muncul ciri pertama koki, yaitu ekor yang bercabang dua (ganda). Dan varietas koki yang memiliki ciri ekor ganda pertama kali adalah jenis wakin. Namun, jenis ini tidak begitu difavoritkan, sehingga jenis ini tidak begitu dikembangkan. Justru, jenis ryukin lah yang menjadi favorit yang mana jenis ini adalah turunan dari koki wakin yang dikembangkan sejak diperkenalkan di Jepang pada tahun 1603. Dan pada tahun 1611, koki mulai di perkenalkan ke kawasan Eropa.

Di Eropa, koki langsung menjadi populer karena sisiknya yang berwarna kuning dianggap membawa keberuntungan, sampai-sampai ikan ini menjadi kado pernikahan yang istimewa pada saat itu. Setelah “sukses” di kawasan Eropa, pada tahun 1850 koki diperkenalkan ke kawasan Amerika dan pada akhirnya tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Saat ini, koki memiliki begitu banyak varietas. Varietas tersebut disebabkan beberapa faktor seperti perkawinan silang maupun mutasi genetik. Bentuk klasik ikan mas pun sudah hilang di beberapa varietasnya dan berikut adalah beberapa contoh varietas koki yang sudah ada saat ini:

Oranda, Ryukin, Komet, Ranchu, Demekin (Telescope Eye), Watonai, Wakin, Hibuna, Red Cap, Black Moor, Panda Moor, Shubunkin, Veiltail, Fantail, Butterfly Telescope, Bubble Eye, Choten Gan (Celestial Eye), Pom-Pom, Mutiara (Pearl Scale), dan masih banyak yang lain.

Itulah berbagai penjelasan tentang sejarah koki, begitu panjang sejarah ikan ini sehingga kita dapat menyaksikan hasil dari sejarah yang panjang tersebut saat ini. Sehingga, ikan ini pun dapat meraih gelar ikan hias terpopuler di muka bumi saat ini. (diolah dari berbagai sumber)